JAYAPURA, RABU — Pemilihan Umum di Papua tinggal 78 hari lagi. Menjelang Pemilu, partai politik saling bersaing untuk mendapatkan suara terbanyak. Berbagai isu sosial diangkat sebagai agenda kampanye untuk menarik empati masyarakat pemilih, termasuk persoalan HIV dan AIDS di tanah Papua.
Menjelang Pemilu, juru kampanye (jurkam) partai-partai politik akan turun dan berinteraksi dengan masyarakat untuk mengampanyekan visi dan misi partai mereka. Kesempatan ini dapat digunakan sekaligus untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat seputar HIV dan AIDS, satu tantangan besar yang dihadapi Papua saat ini.
Papua merupakan salah satu wilayah dengan angka penyebaran HIV & AIDS tertinggi di Indonesia. Setiap tahunnya, jumlah pengidap HIV dan AIDS terus meningkat. Siapa pun pemenang pemilu nantinya, sebagai wakil rakyat, mereka tidak dapat menutup mata menghadapi hal ini. Perlu diambil langkah-langkah kongkret dalam upaya menurunkan laju HIV dan AIDS di Papua, baik dalam rumusan kebijakan, maupun rancangan program kegiatan.
Partai-partai politik memiliki massa di tingkat akar rumput. "Sebagai suara rakyat, para juru kampanye perlu dibekali dengan informasi yang benar tentang HIV dan AIDS," ungkap Manajer Wahana Visi Indonesia Region Papua Roriwo Karetji.
Menyadari besarnya peranan partai politik dalam upaya pengentasan HIV dan AIDS di Papua, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya, yaitu Wahana Visi Indonesia, KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), dan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Papua, dalam menyelenggarakan lokakarya mengenai HIV dan AIDS di Hotel Relat Indah, Argapura, pada tanggal 21 Januari 2009.
Turut hadir sebagai pembicara adalah Ketua KPU Provinsi Papua Benny Sweni S Sos, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Papua drh Constan Karma, Koordinator HIV dan AIDS World Vision Indonesia dr Ronald Gunawan, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Barry Wopari, serta dr Ni Nyoman Sri Antari, Sth dari Rumah Sakit Umum Abepura.
Pada kegiatan ini, para perwakilan dari 38 partai politik akan dibekali informasi mengenai kondisi perkembangan HIV dan AIDS di Papua, kebijakan pemerintah serta program-program yang sudah dilakukan, pengetahuan dasar mengenai HIV dan AIDS, termasuk yang menyangkut pengobatan dan perawatan, serta stigma dan diskriminasi yang masih melekat di kalangan masyarakat mengenai HIV dan AIDS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang